Ya Allah kami terzolimi maka hunuskanlah pedang keadilan di tanah mu yang suci ini, kami paham islam bukanlah agama yang mencintai kekerasan. Apalah daya kami kami wahai zat yang maha mulia kami terzolimi. Terusir dari tanah kami, para ibu kehilangan anak, para janda kehilangan suami, para anak yang haus akan air susu ibunya, perut2 kecil yang mungil yang menahan lapar dan dahaga.
pernah ku mendegar dikala heningnya malam wahai zat yang “suara kecil dari saudara kami yang lemah seorang anak menunggu matangnya masakan, ibu kapan aku boleh makan.. Sabar anakku sayang ibu sedang menyiapkannya padahal sang ibu tau bahwasannya makanan sulit di dapat hanya secangkir gandum untuk mereka makan” Menitik air mata ini sementara kita berlimpah akan makanan dan menyaia2kan rizki.
Saat uluran tangan dari dunia baik muslim, maupun non muslim bahkan meraka yang tidak mengenal agamamu mau membantu mereka. Tangan Besi mereka merampasnya dengan kejam. Jatuh daun berguguran tanda hilangnya nyawa mujahid…
Kami terzolimi wahai zat yang maha kuasa atas segala kehidupan, Maka malam kamis nanti izinkan tangan mungil kami menengadah kepadaMU memohon bantuan MU. Kebesaran zat MU dan keadilan atas mereka yang teraniaya. Kubersujud pada MU diri yang hina ini memohon pertolongan MU.
Izinkan kami mengusap derai air mata yang jatuh dipipi mungil anak yatim piatu, mereka yang tak berdaya, mereka yang terusir, mereka yang terampas..
LEWAT TANGAN INI IJINKAN KAMI MENGHUNUSKAN PEDANG KEADILAN MU YA MALIKUL MULKI DZUL JALAALI WAL IKHRAM
wong djowo
nozzle_bikes@yahoo.com













Tidak ada komentar:
Posting Komentar